Pengaruh Bukaan Pada Ruangan Rumah Type 36 Terhadap Kenyamanan Termal Menurut Persepsi Pengguna
Keywords:
HVAC, Housing, Thermal ComfortAbstract
A house as a shelter for the occupants requires ventilation, both natural and artificial, to achieve thermal comfort. Openings allow air to circulate in and out of the building, thus affecting the humidity and temperature of the building. The research was located in the Type 36 Mutiara Baet Residence housing complex, in Baet Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency. The case study is a house facing west, east, north, and south which has openings without direct sunlight. Using a mixed method research method, which combines qualitative and quantitative models.
References
Arifah, B,A,M., Adhitama, S, & Nugroho, M,A. (2017). Pengaruh bukaan terhadap kenyamanan termal pada ruang hunian rumah susun Aparna Surabaya. Malang: Universitas Brawijaya.
Creswell, J.W. 2002. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publication, Inc.
Ching, K.D.F. 2007. Arsitektur bentuk, ruang, dan tatanan. Jakarta: Erlangga
Sugini. (2004). Pemaknaan istilah istilah kualitas kenyamanan thermal ruang dalam kaitan dengan variabel iklim ruang. Jurnal Logika.1, 6.
Daffa, Y. (2018). Faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal. Sriwijaya University.
Harmaini, & Rosita. (2021). Perbedaan privasi tempat tinggal antara laki-laki yang tinggal di rumah type 36 dengan type 70 di kota pekanbaru. Jurnal Ecopsy.
Ikhwan, I.N.A., & Syarif, H. (2018). Pengaruh bukaan terhadap kinerja termal pada masjid jendral sudirman. Jurnal Arsitektur, Bangunan & Lingkungan. 7, 2.
Ismail, N. (2019). Metodologi penelitian sosial. Media Sahabat Cendekit
James, R. (2008). Aspek kenyamanan termal pada pengkondisian ruang dalam. Jurnal Sains dan Teknologi. 18, 3.
Lippsmejer, G. (1994). Bangunan tropis. Jakarta: Erlangga.
Made, L.M.J. (2020). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Anak Hebat Indonesia.
Nasir, M. (1999). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Prasetijo, R., & John, J,O,I. (2005). Perilaku konsumen. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Rahmat, A., Cahyanudin, I, & Ramadhan, T. (2020). Pengaruh bukaan pada ruang rumah tinggal type 70 terhadap kenyamanan termal. Jurnal Ilmiah Arsitektur. 10, 36.
Rahmat, A., Prianto, E., & Sasongko, S. (2017). Studi pengaruh bahan penutup atap terhadap kondisi termal pada ruang atap. Jurnal Arsitektur Archade. 1, 35-40.
Rilatupa, j. (2008). Aspek kenyamanan termal pada pengkondisian ruang dalam. Jurnal Sains dan Teknologi. 18. 6. Rakhmat, (2005). Psikologi komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Santoso, E.I. 2012. Pengaruh penataan taman sayur organic terhadap kenyamanan termal ruang dalam (indoor) penelitian disertasi. Malang: Universitas Brawijaya.
Sherlly & Maulana. (2015). Peningkatan kenyamanan termal ruang melalui perbaikan kinerja ventilasi satu sisi pada rumah tinggi deret tipe 45 di medan. Universitas Medan Area.
Simamora, (2022).
Penerapan metode sas (struktur analitik sintetik) dalam keterampilan menulis permulaan pada siswa kelas 1 sd. Jurnal Riset Pendidikan Dasar. 5, 13.
Sugiyono, (2012). Metode penelitian kombinasi (mix methods). Bandung: Alfabeta.
Timoticin, K., Jani, R., & Bonivasius, R.W. (2003). Analisis kepuasan penghuni rumah sederhana type 36 di kawasan sidoarjo berdasarkan faktor kualitas, bangunan, lokasi, desain, sarana dan prasarana. Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur. 3, 2.










